Minggu, 13 Mei 2018

Bersatu Lawan Terorisme

Siapa yang tidak tersentak hati dan pikirannya ketika mendengar berita di pagi hari tentang aksi pemboman 3 gereja di surabaya yang menelan korban jiwa.

Setiap individu sesungguhnya akan merasakan kesedihan dan kegeraman yang timbul tenggelam dalam pergantian menit ketika melihat tayangan berita di televisi atau media elektronik lainnya menyatakan tragedi tersebut telah merenggut nyawa pria, wanita, anak, dan orangtua saat tengah menjalankan niat beribadah di hari minggu.

Namun demikian, ternyata tidak semua individu mengalami perasaan yang sama, sekalipun mereka mengetahui tragedi itu. Life goes on!

Namun, biarlah...

Tidak ada yang perlu dipersalahkan. Setiap individu memiliki cara dalam mengatasi persoalan yang ada. Namun bagiku, tragedi ini telah memberi pelajaran berarti yakni tragedi ini mampu memperlihatkan siapa kita sebenarnya di dalam keseharian.

Para anggota Polisi yang sibuk melakukan penjagaan guna mengantisipasi aksi lanjutan membuatku mengerti arti dari tanggungjawab.

Sebagian warga rela mengantri untuk mendonorkan darahnya bagi para korban mengajarku arti kebersamaan sejati.

Oleh karena itu, bagiku tanggung jawab dan kebersamaan sesungguhnya adalah kunci melawan tragedi ini.

Tanggung jawab kita adalah mempertahankan kedaulatan Pancasila bersama-sama tanpa membedakan suku, ras, dan agama.

Tanggung jawab kita adalah 'Bersatu Lawan Terorisme' bersama-sama.