Senin, 07 Mei 2018

Apa itu Pemimpin?

Pernahkan kita mengikuti upacara bendera di sekolah? Tentunya kita menemukan sekelompok barisan anak-anak dan para guru memenuhi halaman sekolah. Mereka berbaris menurut kelas masing-masing. Para guru berada di tempat yang berbeda, mengikuti proses uparacara tersebut.

Hal menarik adalah petugas upacara dilakukan oleh murid-murid pilihan. Mereka mengenakan seragam upacara yang tentunya berbeda dari peserta upacara yang berbaris di sisi yang berbeda. Ada yang membacakan teks, membawa bendera, paduan suara, dan sebagainya.

Bagaimana mereka bisa menjadi pilihan. Pertanyaan yang mudah dijawab? Karena mereka 'menonjol' di kelas. 'Menonjol'? Iya. Nilai-nilai mata pelajaran bagus, sikap dan perilaku yang senang membantu, aktif dalam berdiskusi, dan sebagainya.

Ooo... berarti menjadi pemimpin itu harus bisa memenuhi kriteria di atas. Pintar, sopan, dan aktif bersosialisasi. Hal itu menjadi prioritas dalam pemilihan seorang pemimpin.
Jadi menjadi seorang pemimpin itu tidak gampang dan butuh kerja keras. Intelligence Quotient (kecerdasan otak) dan Emotional Quotient (kecerdasan emosi) haruslah di atas standar atau ekspetasi jika ingin memiliki pemimpin yang luar biasa.

Bila berdasarkan pernyataan di atas, apakah bisa diasumsikan bahwa seorang yang tidak memiliki kriteria tersebut tidak akan menjadi seorang pemimpin?

Hmm, apa itu pemimpin?