Sabtu, 19 Mei 2018

Wind of Change

Sebagian pembaca mungkin pernah tahu judul lagu "Wind of Change" yang dipopulerkan oleh kelompok musik Scorpion di era 80an. Judul lagu itu sempat menduduki tangga teratas musik terpopuler di dunia.

Di dalam liriknya terlintas harapan besar suatu negara terhadap perubahan hidup bangsanya, di mana mereka dapat melihat bangsa-bangsa lain seperti saudara dan bukan musuh. Harapan perubahan ini tertuang dalam musik tersebut dan disambut oleh dunia selayaknya sebagai harapan seluruh masyarakat dunia pada umumnya.

Sejenak makna lagu "wind of change" (angin perubahan), mengungkapkan harapan adanya peralihan sistem bangsa tersebut ke arah yang lebih baik. Beberapa tahun kemudian harapan itu menjadi kenyataan.

Bagi Indonesia, angin perubahan sedang berhembus perlahan dan memberi kesejukan. Sayangnya, tidak semua kita merasakan hembusannya.

Jadi bagaimana kita merasakan angin perubahan di Indonesia? Di sini kita harus mengerti bahwa segala sesuatu selalu dimulai dari hal kecil dan sederhana. Dalam masyarakat, lingkup terkecil adalah individunya

Teringat kepada tokoh masa lalu yang nama dan perbuatannya tercatat dalam Alkitab. Ia bernama Nehemia. Ia adalah seorang Yahudi dan tinggal di Persia sebagai orang buangan. Ia bukanlah seorang nabi, imam, atau penguasa wilayah. Ia hanyalah seorang biasa yang bekerja sebagai juru minuman raja Persia. Ia mendengar bahwa bangsanya mengalami kesusahan dan memohon kepada raja agar ia diijinkan kembali ke kampung halamannya untuk membangun kotanya yang telah hancur karena perang. Menarik diketahui lebih lanjut adalah respon raja terhadapnya. Raja mengijinkan Nehemia kembali ke kampung halamannya bahkan menyetujui setiap permintaan juru minumannya itu.

Mengapa raja bertindak demikian kepada Nehemia? Ada 3 teladan yang saya pelajari dari Nehemia.
1. Tuhan menjadi prioritas penyampaian harapannya. Ia berdoa, berpuasa dan memohon pengampunan atas bangsanya yang tidak mengikuti perintah-perintah Tuhan.
2. Ia bekerja dan mampu menjadi seseorang yang dapat dipercaya/diandalkan. Pekerjaan seorang juru minum kerajaan pada waktu itu merupakan posisi yang penting karena berkaitan erat dengan hidup mati seorang raja. Sangatlah beresiko bila raja memilih seseorang yang tidak dia kenal atau percaya menjadi pegawai terdekatnya, yakni juru minum raja.
3. Nehemia memiliki kepedulian terhadap bangsanya yang bersedih karena kota mereka telah hancur. Di saat itu, Nehemia memohon kepada raja agar diijinkan untuk kembali ke kampung halamannya dan membangun kotanya. Dan raja mengijinkannya, bahkan memberikan material yang dibutuhkan untuk pembangunan kota itu.

Indonesia adalah bangsa besar dengan beragam suku dan agama di dalamnya. Tantangannya pun besar. Namun selalu ada harapan dalam suatu tantangan, karena harapan adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita. Oleh karenanya, tautkanlah harapan kepada Sang Pemberi Hidup agar Ia menghembuskan angin perubahan kepada bangsa Indonesia. Semua perubahan yang dibutuhkan oleh kita yang menginginkan Indonesia maju dan berkenan di hati Sang Pemberi Hidup.

Inilah saatnya.

"Listening to the wind of change"