Senin, 02 Juli 2018

Manusia Berguna

"Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya."

Dalam suatu percakapan ringan di kelompok kecil, seorang yang diketahui sebagai pemimpin kelompok itu membahas suatu tema tentang kehidupan.

Di tengah pembicaraan hangat itu, tiba-tiba salah satu dari mereka berkata, "Saya sudah berusaha keras memberi yang terbaik untuk tempatku bekerja, namun aku dicibir atas hasil yang telah kucapai. Saat itu aku seperti tidak berguna!". Belum selesai ia mengungkapkan perasaannya lebih dalam, seorang yang duduk di hadapannya pun menyela "Apalagi aku, sekian tahun aku berusaha menunjukkan prestasi kepada kedua orangtuaku, namun aku tidak merasa bahwa prestasiku bukan hal penting bagi mereka. Aku tidak berarti apa-apa!".

Pemimpin kelompok tersebut terdiam sambil menatap ke arah luar dari tempat mereka berkumpul, seakan sedang menyusun kata yang akan diucapkannya. Seisi ruang menjadi sunyi, menanti apa yang akan dikatakannya.

Lalu ia berkata,

Perasaan tak berguna itu tidak memandang umur dan datang tanpa diundang, dia merasuk jiwa manusia dan berkata terus menerus, "Engkau tak berguna, kau bukan siapa-siapa, mereka tidak membutuhkanmu!". Tanyakan pada pepohonan, "Apakah kau merasa dirimu berguna? Bukankah kau tidak berbuat apa-apa selain berada di situ selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun?" Dan pepohonan itu akan menjawab, "Aku tidak mencoba untuk berguna; aku mencoba untuk menjadi pepohonan."

Segala sesuatu mempunyai alasan untuk hidup. Di mata Tuhan, tak ada yang tak berguna. Seutas rambut dari kepalamu pun diperhitungkan-Nya. Jangan berusaha untuk berguna. Berusahalah untuk menjadi dirimu sendiri. Itu sudah cukup. Terkadang turut serta dalam suatu pengambilan keputusan dalam pekerjaan, keluarga, dan lainnya menjadi faktor penting dalam hidup. Tetapi terkadang dengan senyuman yang kau berikan tanpa alasan apapun kepada seseorang yang kebetulan sedang berpapasan denganmu di jalan. Tanpa sengaja, mungkin kau telah menyelamatkan nyawa orang itu, yang juga merasa tidak berguna dan bermaksud mengakhiri hidupnya. Namun, sekilas senyuman telah memberinya harapan hidup baru.

Ia mengakhiri perkataannya,

Ketahuilah, Tuhan memperhatikan dan menjaga manusia sebagai biji mata-Nya. Berguna!