Minggu, 10 Februari 2019

Arloji

Pada masa kini, arloji ditemukan dalam dua ragam umum, yakni berbentuk digital, yang biasanya lebih banyak dilengkapi dengan fitur-fitur tambahan seperti alarm, stopwatch, dan kalender. Sedangkan yang berbentuk analog, menunjukkan waktu dengan menggunakan jarum detik, menit, dan jam.

Menyelidiki atau mengamati jam kecil, yang biasa dipakai pada pergelangan tangan atau ditaruh dalam saku, yang dikenal sebagai arloji, bukanlah kegiatan yang menyenangkan bagi sebagian orang. Mungkin pada saat pertama kali kita membeli arloji, kita mengamatinya dengan penuh perhatian, bagaimana pergerakan detik, menit, dan jam tersebut. Hampir tidak ada yang luput dari pengamatan. Namun, seiiring waktu, kita melihat arloji sebagaimana adanya, yakni sebuah arloji.

Sesungguhnya arloji merupakan bagian dari salah satu perangkat mekanik dalam mengenal waktu. Ia menunjuk kapan manusia dapat tidur, bangun, mandi, makan, minum, bekerja, bertemu keluarga, dan lainnya. Arloji juga bekerja dalam keselarasannya dengan waktu dan ditentukan terlebih dahulu sebelum ia digunakan.

Manusia berpadanan makna dengan cara kerja arloji. Manusia merupakan bagian dari substansi yang bergerak dalam dunia. Ia berada dalam keselarasan dengan dunia dan keselarasannya dengan dunia telah ditentukan sebelumnya (harmonia praestabilita).

Seperti arloji yang diselaraskan oleh suatu alat tertentu atau oleh si pembuat sehingga ditentukan selalu berjalan selaras dengan waktu, begitu pula manusia, ditentukan berselaras dengan dunia.