Minggu, 03 Maret 2019

Dunia kita berada

Dunia kita berada adalah dunia yang luar biasa. Setiap kehidupan diciptakan secara sistemik, berelasi sinergi, dan mendukung satu dan lainnya.

Dunia kita berada menunjukkan tatanan semesta, yang secara kodrati, membantu manusia mencapai panggilan tertingginya, yakni memaknai diri dalam dunia.

Dunia kita berada mengajar manusia cara ia memperlakukan lingkungannya; di rumah, tempat pekerjaan, atau pada setiap waktu ia berada.

Namun, dunia kita berada sedang kehilangan identitas keberadaan sejatinya. Ia menjadi tempat yang tidak lagi diharapkan oleh manusia yang putus asa, kecewa, sakit hati, dan lainnya. Ia kehilangan keberadaannya yang indah karena keengganan manusia memaknai diri secara bijaksana, yang enggan mengakui keterbatasannya sebagai bagian dari dirinya, yang menganggap kegagalan akibat kesalahan di luar dirinya, dan yang gagal mengakui kesuksesan dimilikinya sebagai bagian dari rahmat Tuhan.

Sesungguhnya, dunia kita berada sebagaimana adanya ia berada. Kegagalan, kekecewaan, kesedihan, kebahagiaan, dan kesuksesan merupakan bagian dari manusia memaknai dunia dengan pikiran dan tindakannya.

Di dalam itu semua, rahmatNya mendekati manusia melalui peristiwa yang dihadapi manusia. Ia memakai pikiran dan tindakan manusia untuk menyatakan keberadaanNya dan pemberian-pemberianNya dalam hidup manusia (gratia supponit naturam).

Dengan rahmatNya, Ia mendukung keberadaan manusia sebagaimana adanya. Melalui cara berpikir dan bertindak, manusia pada akhirnya akan mengakui keterbatasan dan pengandalannya terhadap Tuhan.

Dunia kita berada adalah dunia penuh rahmatNya.